I Saw It Coming (Aku melihat itu datang)

17424650_1279164575492761_5643154660202996631_n

I saw it coming
By Reddit user: krshann
Seseorang telah mencoba menyusup ke dalam rumahku.
Atau setidaknya, itulah yang kupikirkan. Biar aku jelaskan.
Aku tidak akan mengatakan kalau aku adalah seorang cenayang, tapi aku sudah sering kali bermimpi yang akan menjadi (mendekati) kenyataan. Ketika aku berusia 5 tahun, aku bermimpi bahwa aku dan kakak perempuanku akan bangun dan menemukan anak anjing di bawah pohon Natal. Yah, ternyata itu tidak sama persis seperti yang aku kira … itu adalah boneka anak anjing. Dan yah, yang penting masih anak anjing di bawah pohon.
Ketika aku berumur 17 tahun, aku bermimpi orang tuaku meninggal dalam kecelakaan mobil. Aku menjadi sangat khawatir kepada mereka, jadi aku selalu bilang kepada mereka untuk berjalan kaki saja setiap kali mereka ingin keluar. Toko itu hanya berjarak setengah mil dari rumah – tidak bisakah mereka hanya berjalan kaki? Yang terjadi selanjutnya, mereka justru tertabrak mobil di jalan saat sedang perjalanan pulang kembali. Sopir itu mengatakan ia bahkan tidak melihat mereka di jalan.
Kemudian, di suatu waktu, aku bermimpi penyusup sedang berada di kamar tidurku dan kemudian … Aku mendengar suara tembakan. Lalu, polisi menyatakan seseorang telah mati. Setelah mimpi itu, aku menjadi sangat waspada. Apakah ini pertanda kematianku? Hari demi hari terasa mencekam. Setiap hari aku memfokuskan diri agar tetap aman. Aku mulai membawa pistol ketika hendak meninggalkan rumah. Aku tidak merasa aman di rumah sampai aku selesai memeriksa setiap kamar yang ada. Aku bahkan mulai melakukan hal-hal gila, aku akan meninggalkan penjepit kertas di pintu depan, menempatkannya di antara pintu dan dinding sehingga ketika dibuka akan jatuh ke lantai dan aku akan tahu jika ada seseorang yang telah memasuki apartemenku selama aku pergi.
Saat itu aku baru saja pulang, aku melihat penjepit kertas di lantai, aku segera mengeluarkan pistol yang kubawa setiap hari. Diam-diam aku menggeser engsel pintu, dan ternyata memang sudah tidak terkunci. Dengan perlahan, aku pun membuka pintu. Apartemenku sangat gelap, aku mulai bergerak perlahan saat aku mencoba untuk menyesuaikan diri dengan gelapnya ruangan. Sebuah cahaya redup dari kamar tidurku membawaku menyusuri lorong.
Aku bisa mendengar suara gemerisik dari kamarku.
Aku membanting pintu hingga terbuka lebar dan melepaskan tembakan. Aku beruntung, penyusup itu jatuh tersungkur ke lantai, disertai dengan semprotan darah yang menghiasi dinding di belakangnya. Aku berhenti sebentar, kemudian mulai masuk ke dalam kamar, masih memegang pistol dengan sangat gugup.
Tubuh kakakku terbaring di lantai, tangannya menggenggam sebuah paket dengan pita kuning yang bersimbah darah.
Di belakangnya, di dinding yang berlumuran darah, ada sebuah tanda yang bertuliskan “Kejutan!”
Seperti yang kukatakan, aku bukan cenayang. Tapi dengan cara apapun, mimpiku tampaknya selalu menjadi kenyataan.

tag: cerita horror, cerita horor

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: